Akhirnya aku kembali membaca karya Tere Liye lagi dan judul yang satu ini cukup ramai dibicarakan. Meskipun tergolong terbitan baru, tapi judul ini (sampai saat blog ini ditayangkan) memiliki rating paling tinggi yaitu 4,7 bintang di Goodreads.
Tidak lain tidak bukan kali ini aku mau membahas novel Janji. Apakah ceritanya sebagus yang dibicarakan orang-orang? Ikutin terus reviewnya ya!
Hukuman yang diberikan bukan mengepel lantai, membaca kitab suci sepanjang hari, atau malah dikeluarkan. Tapi mereka harus mencari sosok yang sudah lama dikeluarkan dari pesantren itu karena membuat ulah yang serupa, Bahar Safar.
Bingung dan tertegun dengan "tantangan" itu, ketiga sekawan ini pun awalnya berat hati untuk menjalankan tugas itu namun mereka tidak tahu bahwa perjalanan itulah yang akan membuat pandangan mereka berubah tentang kehidupan. Mampukah mereka menemukan Bahar dan apa yang sebenarnya terjadi dengan Bahar? Kalian bisa baca sendiri di bukunya ya!
Narasi di novel ini diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga yang nanti akan dikisahkan berganti-gantian. Ceritanya dibuka dengan kejahilan tiga sekawan ini terhadap calon presiden yang sedang berkampanye di pondok mereka yang menyebabkan terjadilah narasi tugas besar mereka untuk mencari Bahar Safar. Seperti biasa narasi dari Tere Liye selalu enak untuk diikuti ditambah dengan ukuran font yang besar yang membuat membaca novel-novelnya terasa nyaman. Tapi, sedikit hal unik yang aku sadari dari novel ini adalah memiliki style bercerita seperti novel Tentang Kamu. Kok bisa? Nanti aku ceritakan.
Alur di novel ini juga bisa dibilang phase nya cepet yang mana akan dibawa maju dan mundur. Untuk alur yang sekarang kita akan mengikuti petualangan atau perjalanan tiga sekawan ini dalam pencarian mencari sosok Bahar, diikuti dengan penuturan kisah-kisah orang yang mereka temui sepanjang di perjalanan itu untuk menceritakan sosok Bahar. Sementara cerita di masa lalu adalah petualangan Bahar itu sendiri. Yap, ini dia style bercerita yang mirip dengan Tentang Kamu yang sempat aku singgung. Gaya berceritanya sama, kan?
Tokoh-tokoh di sini ada banyak banget dan kalau bisa aku bilang, hampir semua tokoh di sini cenderung ke protagonis atau lebih ke tokoh-tokoh sampingan yang sifatnya memang tidak dimaksudkan jahat. Mungkin ada beberapa tokoh yang awalnya antagonis tapi bergitu satu babak hendak berakhir, sepertinya tokoh tersebut mulai luluh dan menjadi lebih lembut. Tidak lain tidak bukan karena ulah Bahar itu sendiri. Ngomongin Bahar, sifatnya yang murah kasih, peduli dengan sesama, dan punya pendirian yang keras banget alias batu, ternyata cukup bikin aku kagum. Sementara tiga tokoh utama kita: Hasan, Baso, dan Kaharuddin, alamak benar-benar campur aduk! Hasan dengan bijak dan kecerdasannya, Baso yang menyebalkan dan nggak bisa rem mulut, serta Kaharuddin yang kalem membuat situasi juga lebih menyenangkan.
Sekarang aku mau bahas hal yang aku suka dari novel ini, tentu saja dari penuturan ceritanya yang enak untuk diikutin karena alurnya cepat dan banyak adegan yang cukup bikin melongo karena kagum. Baik itu dari penuturan kisahnya atau isi dari ceritanya itu sendiri yang oke. Selain itu novel ini juga cukup banyak mengajarkan mengenai bagaimana kita harus peduli dengan sesama, meskipun ganjarannya pahit. Dan kayaknya aku juga mau applause ke Bahar ya, kalau dia ada di dunia nyata, karena aku pun rasa-rasanya nggak sanggup melakukan apa yang rela dia korbankan. Dan juga penggambaran setting tempat yang vivid, mulai dari pondok pesantren, tempat club malam, pasar di ibukota, bahkan sampai di dalam penjara.
Sementara untuk hal yang aku kurang suka, aku cukup bingung. Sebenarnya cerita ini mengingatkanku dengan Tentang Kamu yang menceritakan kisah orang lain di dalamnya. Jadi ketika membaca novel ini aku tidak merasa seperti mendapatkan something new gitu. Dan juga secara tahun terbit kan Tentang Kamu lebih duluan terbit ya, jadi kayak agak disayangkan karena Tere Liye membuat cerita yang nyaris sama style nya. Tapi untuk hal lain aku tidak merasa ada yang kurang dari novel ini.
Karenanya aku mau kasih 4 dari 5 bintang untuk novel Janji ini. Meskipun begitu aku lebih suka novel ini ketimbang Tentang Kamu dari segi cerita.
Oke itu tadi adalah reviewku mengenai novel Janji karyanya Tere Liye. Kalau kamu sudah membacanya bisa tulis opininya di kolom komentar di bawah ya. Sekian blog dari aku dan kita akan ketemu lagi di review-review selanjutnya, dadah!

Komentar
Posting Komentar