Halo semuanya! Jadi di blog kali ini aku bakalan ngereview buku klasik fenomenal yaitu Animal Farm yang ditulis oleh George Orwell. Pasti beberapa di antara kalian sudah sering ya mendengar judul buku ini dan mungkin kalian penasaran sebenarnya isinya itu apa sih? Sampai-sampai ramai dibicarakan dan menjadi buku klasik terbaik sepanjang masa. Bahkan beberapa teman-teman yang kukenal juga memberikan rating tinggi untuk buku ini. Gimana dengan pendapatku? Langsung saja kita mulai ke reviewnya!
Narasinya di sini menggunakan sudut pandang orang ketiga yang nanti akan menceritakan kehidupan hewan-hewan yang berada di peternakan itu. Untuk narasinya aku tidak merasa keberatan dan meskipun ini adalah buku klasik, surprisingly aku bisa menikmati cerita yang ada di dalam sini dan penggambaran kondisi di dalam sini menurutku oleh penulis sangat dijabarkan dengan detail dan lihai.
Untuk alurnya di sini menggunakan alur maju yang dimulai dari salah seorang hewan yang menceritakan mimpinya dan juga ramalannya itu hingga kemudian terjadinya Pemberontakan dan bagaimana kehidupan binatang-binatang di sana setelah itu. Bisa kubilang alurnya ini cepet banget dari peristiwa penceritaan mimpi itu hingga ke kejadian-kejadian selanjutnya jadi kita sebagai pembaca gak akan dibuat mengerutkan kening dari membaca cerita klasik seperti ini. So far alurnya cukup enak untuk diikutin.
Sekarang untuk tokoh-tokohnya di sini lumayan banyak dan beragam dan tentu saja karena ini adalah cerita fabel maka didominasi oleh tokoh hewan. Untuk tokoh-tokoh aku gak akan banyak komplain karena mereka semua bermain peran dan di bagian awal-awal aku cukup bingung untuk mengingat nama mereka satu per satu. Akan tetapi di sini ada satu tokoh yang rasa-rasanya pengin aku remes karena saking gemasnya akan perilakunya yang sangatlah seenaknya sendiri. Kamu bisa baca sendiri di bukunya untuk tahu siapa yang kumaksud.
Untuk hal yang kusuka di buku ini terletak pada unsur satire itu sendiri, di mana di bagian awal-awal aku seolah merasa tertampar akan penjabaran yang ada di sini. Kejadian yang ada di bagian awal seolah memaparkan situasi nyata yang seringnya sudah kita temui dan itu cukup membuatku tersadar. Selain itu aku juga suka gaya penceritaannya yang meskipun klasik seperti yang sudah kubilang sangat mudah untuk dipahami dan alurnya bergulir dengan begitu cepatnya sehingga baca cerita ini gak merasa berat karena klasik.
Sementara untuk hal yang gak aku suka mungkin terletak di mau ke mana cerita ini dibawa. Tadinya aku sempat lupa kalau ini adalah cerita yang mengandung satire atau menyindir sampai-sampai aku sudah keburu tersedot di dalam ceritanya dan aku dibuat gemas setengah mati. Aku merasa emosiku naik turun dan dibuat marah di sini yang ngebuat aku mengharapkan sesuatu yang menendang, namun nyatanya aku tidak mendapatkan itu. Jadi secara tidak langsung aku kecewa dengan buku ini. Namun lagi-lagi mungkin karena aku tidak memahami politik secara keseluruhan maka inilah yang bisa kuberikan sekarang untuk buku ini.
Poin terakhir yaitu rating atas dasar beberapa pertimbangan aku mau kasih rating 3,5 dari 5 bintang. Cukup sedih sih ya karena beberapa teman-temanku memberikan rating tinggi di angka 4 dan 5 bintang namun aku memberikan penilaian berbeda. Meskipun sih aku sempat bilang bagian awal-awal agak menampar, namun semakin ke belakang justru aku tidak merasakan tertampar melainkan dibuat kesal. Dan untungnya ketolong sama narasinya dan alurnya yang lumayan enak karena kalau enggak bisa-bisa ratingnya lebih turun lagi, sorry to sorry.
Oke semuanya itu tadi adalah reviewku mengenai buku Animal Farm yang ditulis oleh George Orwell. Aku harap reviewku tidak menyinggung siapa pun dan aku sepertinya memutuskan akan membaca buku Orwell yang lainnya mengingat ini adalah buku pertamanya yang kubaca darinya, yaitu 1984 dan mungkin dari sana aku bakal bisa compare dengan buku yang ini. Terima kasih banyak buat yang sudah baca sampai sini dan sampai ketemu di blog selanjutnya!

Komentar
Posting Komentar