Setelah aku membaca buku nonfiksi di awal tahun ini, akhirnya aku kembali lagi membaca salah satu novel bergenre misteri-thriller yang cukup menarik dan bikin aku merasa perlu untuk membahas novel ini. Judul yang mau aku bahas kali ini yaitu Vanishing Girls yang ditulis oleh Lauren Oliver. Buat kalian pembaca trilogi Derilium sepertinya sudah tidak asing dengan Lauren Oliver dengan gaya berceritanya yang ringan namun disertai kejutan sebagai penutup ceritanya, begitu pula dengan novel yang akan aku bahas kali ini. Oke karena intronya kepanjangan jadi langsung saja deh kita mulai reviewnya!
Novel ini bercerita tentang kakak-beradik yaitu Nick dan Dara yang tinggal di Somerville. Keluarga mereka bisa dikatakan tidak sempurna, ayah dan ibu mereka memilih bercerai dan mulai berusaha tidak mengungkit segala macam masalah. Nick dan Dara dikenal baik oleh teman-teman sebaya mereka, kemana-mana selalu berdua, tertawa riang, dan terlihat mirip satu sama lain.
Hingga suatu saat terjadi sebuah kecelakaan besar yang perlahan mulai merubah hidup Nick dan Dara. Keduanya mulai dikerubungi perasaan aneh, perasaan bahwa ada yang ganjil dari satu sama lain, yang lama-lama mulai menciptakan jarak di antara keduanya.
Ayahnya memutuskan untuk mengantar Nick ke kediaman ibunya dengan harapan "untuk lebih dekat dengan Dara. Menghabiskan waktu di sana Nick mencoba bekerja di sebuah taman hiburan bernama FanLand dan bertemu dengan sahabat masa kecilnya, sahabat Dara juga. Lama kelamaan Nick merasa jenuh, jengah, dan ingin memperbaiki hubungannya dengan Dara di hari ulang tahunnya. Namun Dara tak kunjung datang dan Nick tahu sesuatu telah terjadi pada Dara.
***
Novel ini memiliki sudut pandang orang pertama yang bergantian dari sudut pandang Nick dan Dara. Aku pada awalnya kurang ngeh dengan adanya pergantian sudut pandang ini karena bisa kukatakan sama sekali mirip, baik dari cara pemikiran kedua tokoh ini, dan apa yang terjadi pada mereka. Meskipun keduanya memang memiliki kepribadian yang cukup berbeda tapi tetap saja pembaca dapat merasakan kemiripan itu.
Kita jadi bisa tahu bagaimana Nick yang mulai mencoba memahami segala sesuatu, mulai dari hubungannya dengan Dara hingga ke hubungan kedua orangtuanya yang memang tidak akan pernah bersatu lagi. Belum lagi ditambah dengan kehadiran Parker, sahabat masa kecilnya di FanLand, membuat Nick ingin menghindar dari segala serentetan pertanyaan.
Sementara di sisi Dara, kita bisa tahu bahwa dia sendiri juga terlihat gengsi untuk mendekat ke kakaknya, membangun hubungan platonik dengan semua orang, dan bersikap seperti hidup akan selalu berakhir.
***
Alur novel ini diceritakan secara maju mundur dengan penanda Sebelum dan Sesudah, tentu dimaksudkan untuk mengacu ke kejadian kecelakaan yang menimpa Nick dan Dara. Nah dengan adanya permainan waktu ini para pembaca akan dibuat penasaran sebenarnya kecelakaan macam apa yang terjadi dan bagaimana terjadinya? Apa pemicunya? Ribuan pertanyaan akan terus bergulir seiring kita membaca ceritanya sampai-sampai dihadapkan dengan masalah baru lain.
Di beberapa scene, kita akan mengikuti semacam diary baik dari Dara atau Nick tentang keluh kesah hidup mereka, dan sesi konsultasi mereka dengan psikiater. Aku pribadi mulai mencoba untuk menelaah apa peran psikiater di sini? Apakah novel ini berbalut psikologis? Nah kelihaian penulis di sini dalam memasukkan unsur tersebut juga nggak kalah bikin menarik.
Ditambah lagi di pertengahan buku, kita mulai dihadapkan satu kasus yang sedang terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka: hilangnya gadis berusia 10 tahun bernama Madeline Snow. Siapa Madeline Snow? Apa hubungannya dengan Nick dan Dara?
***
Tokoh-tokoh di novel ini bisa kubilang cukup kuat terutama Nick sebagai tokoh utama kita. Bukan berarti Dara tidak berperan sebagai tokoh utama, cuma ketika kalian membacanya sampai selesai mungkin kalian akan mengerti kenapa aku menyebutkan Nick sebagai tokoh utama. Memang sih, part dia di dalam cerita ini cukup banyak dan kita memang akan melihat atmosfer dari cerita yang dihasilkan di sini lewat sudut pandang Nick. Kebanyakan kita hanya akan mengikuti POV Dara dari kejadian sebelum kecelakaan untuk mencari tahu kehidupan di kacamata masing-masing tokoh.
Seperti yang sudah aku sebut tadi, di sini kita akan menemui tokoh lain seperti Parker yang adalah sahabat Nick dan Dara ketika masih kecil (yang juga diam-diam menyimpan perasaan pada salah satunya), Ariana (teman Dara di SMA), Alice (rekan kerja Nick di FanLand), Andre (lelaki misterius yang juga ditemui Dara ketika SMA), dan masih banyak lagi! Aku seperti merasa tokoh-tokoh di sini bisa saja berlagak menjadi penentu utama di cerita di kedepannya dan apalagi seperti ada balon tak kasatmata yang memisahkan pembaca dari kasus Madeline Snow dengan kehidupan Nick.
***
Untuk hal yang aku suka dari novel ini tentu dimulai dari keluwesan penulisan novel ini yang enak diikutin. Entah mungkin karena faktor aku belakangan cukup sering membaca buku nonfiksi yang sepertinya melelahkan, tapi aku bisa bilang novel ini memang lancar untuk diikuti. Aku bisa tersedot masuk ke dalam ceritanya dengan mudah dan langsung dibuat penasaran dengan apa yang terjadi, terutama di malam kecelakaan.
Kemudian aku juga suka dengan bagaimana menulis bermain-main dengan timeline. Membuat pembaca bertanya-tanya apakah kejadian masa lalu ada yang sekrusial itu dalam menentukan jalannya cerita. Meskipun tidak dipungkiri terkadang aku sendiri berusaha untuk mencocokkan kepingan puzzle dari timeline itu, tapi untungnya aku bisa mengikutinya sampai akhir cerita yang nanti akan menghantarkan kita kepada plot twist!
Nah, ngomongin plot twist, aku nggak menyangka sama sekali bahwa akan ada plot twist yang cukup bikin aku terperangah. Sebenarnya memang bukan sesuatu yang wow, bahkan kuyakin buat sebagian besar pembaca pasti plot twist seperti ini cukup umum ditemui di cerita-cerita misteri. Tapi akhirnya aku sadar bahwa plot twist ini akhirnya menjawab kenapa di beberapa bagian tertentu rasa-rasanya sangat aneh, khususnya dengan kehadiran psikiater yang tiba-tiba, bagaimana Dara tidak hadir di acara ulang tahunnya sendiri, dan semacamnya. Pokoknya, kalian bisa baca sendiri deh untuk membuktikan plot twist itu!
***
Sementara untuk hal yang kurang aku suka, ini terletak di kesalahan minor dari penulisan saja sih yang menurutku at some point terlalu banyak koma, padahal bisa menjadi satu kalimat utuh yang enak untuk dibaca. Selain itu juga aku merasa bahwa untuk kasus Madeline Snow, sepertinya hanya bumbu misteri tambahan aja untuk membuat kita tetap melanjutkan cerita sampai selesai. Tapi aku tidak menemukan korelasi apa pun yang membantu menjawab di cerita utama kita alias kisah Nick dan Dara. Sehingga menurut aku kasus Madeline Snow ini juga diselesaikan dengan terburu-buru.
Tapi overall aku cukup puas membaca novel ini. Penyegaran pikiran di kala pengen baca novel di kala liburan juga. Dan untuk novel Vanishing Girls ini aku mau kasih 4,5 dari 5 bintang!
Oke itu tadi adalah reviewku mengenai novel Vanishing Girls yang ditulis oleh Lauren Oliver. Kalau kamu pernah baca novel ini juga coba share pendapat kamu di kolom komentar ya! Aku akhiri sampai sini blognya dan kita akan ketemu lagi di review-review selanjutnya. Dadah!

Komentar
Posting Komentar