Pernahkah kalian punya novel wishlist yang sudah dari lama diidam-idamkan, tapi setelah membacanya... semacam ada perasaan kecewa yang nggak bisa kalian jelaskan? Itulah yang aku alami setelah membaca novel Caraval karyanya Stephanie Garber ini.
Meskipun tampaknya ketika pertama kali membacanya, ceritanya sungguh manis dan menarik tapi semakin ke belakang aku semakin nggak bisa menahan untuk tidak men-DNF buku ini. But I did it, makanya aku mau membahas novel itu di sini. Jadi tanpa berlama-lama lagi langsung saja kita mulai yuk mengulas novel ini!
Caraval ini bercerita tentang kakak-beradik bernama Scarlett dan Donatella yang tinggal di Pulau Trisda, yang digambarkan tampak mewah dan memiliki segala-galanya. Ayah mereka yang berposisi sebagai gubernur ternyata tidak mengindahkan situasi. Dengan sifatnya yang temperamen sudah cukup untuk membuat Scarlett dan Donatella merasa enggan berlama-lama di sana, tapi tidak bisa kabur juga.
Dua minggu sebelum pernikahan Scarlett, sebuah surat datang yang menyatakan mereka berdua diundang dalam sebuah acara tahunan yang menghadirkan permainan magis dengan sentuhan sihir. Tidak lain tidak bukan acara itu adalah Caraval, dan mereka diundang langsung oleh pendirinya, Legend.
Singkat cerita mereka pun tiba di Caraval, namun masalah baru muncul. Donatella seperti dijadikan bagian dari permainan dan Scarlett, bersama dengan seorang pelaut yang singgah di Pulau Trisda, Julian, harus memecahkan teka-teki ini. Dengan mendambakan hadiah utama Caraval tahun ini yaitu satu permintaan. Mampukah Scarlett menyelesaikan permainan ini? Kamu bisa baca sendiri di novelnya ya!
Narasi dari novel ini diceritakan menggunakan sudut pandang orang ketiga sehingga kita pembaca seperti hanya menonton kisah-kisah petualangan tokoh-tokoh yang ada di sini. Meskipun menggunakan sudut pandang orang ketiga, pembaca tetep bisa merasakan apa saja yang dipikirkan para tokohnya. Selain itu, penulisan dari novel ini tuh cantik banget alias beautiful writing, meskipunnn.... ceritanya "aneh". Mengingat ini adalah novel high fantasy, yang sesuai dugaanku, sehingga keanehan di sini memang tampak normal, tapi bagiku malah kayak mimpi pas demam--hahaha.
Selanjutnya untuk alur di novel ini tuh bisa dibilang lambat dan cepat sih. Jarak setting waktunya hanya berlangsung selama lima hari yang mana diambil dari durasi permainan caraval itu sendiri. Tapi meskipun begitu, sebenarnya yang membuatku merasa bahwa alurnya lambat adalah justru dari penuturan ceritanya itu sendiri. Kok bisa? Nanti aku jelaskan.
Sekarang aku mau membahas tokoh-tokoh yang ada di sini. Kalau bisa kubilang tokoh utamanya ada tiga yaitu Scarlett, Donatella, dan Julian. Scarlett ini walaupun dia terlihat keras kepala tapi sebenernya dia itu peduli dengan orang yang dia sayang dan punya pendirian teguh, meskipun kadang dianggap sinting sama orang sekitar. Donatella, yang bikin aku geleng-geleng kepala karena dia menyukai tantangan dan menganggap bahwa sesuatu itu harus dicobain, tapi jujur sifat dia ini bikin kesel setengah mati dan malah nggak nunjukin respect ke orang yang selama ini menyayanginya alias Scarlett. Sementara Julian, dia ini bagaikan lelaki misterius yang menuntun jalannya cerita sih karena dia cukup berperan banyak ketika berada di Caraval. Overall tokohnya memang kuat dengan karakter masing-masing.
Untuk hal yang aku suka dari novel ini tuh yang pertama tentu saja covernya yang memikat mata, yang membuatku mau membaca novel ini. Kemudian juga sebenernya bagian dalam novel ini tuh juga cantik karena bakal ada gambar-gambar, narasi berbentuk surat, yang bikin pengalaman membacanya menyenangkan. Serta yang sempat aku singgung tadi bahwa novel ini beautiful written meskipun kayak membaca karya orang habis makan kecubung.
Sementara untuk hal yang aku kurang suka, seperti yang tadi aku jelaskan berkaitan dengan lambatnya cerita ini. Karena aku membaca versi terjemahan Indonesia, aku merasa benar-benar tersendat dari gaya terjemahannya yang cenderung kaku. Belum lagi ditambah jarak antar baris, antar paragraf, serta marginnya tuh terlalu mepet jadi membaca novel ini tuh bikin lelah secara harafiah. Dengan cerita high fantasy dengan tokoh menyebalkan dan bikin ngos-ngosan ini, aku jadinya sebenernya untuk secara cerita kurang terlalu menikmatinya.
Atas pertimbangan-pertimbangan tersebut akhirnya aku cuma bisa kasih 3 dari 5 bintang untuk Caraval. Tadinya mau kasih 4 bintang tapi setelah meninjau ulang baik dari segi cerita, plot, dan segala macam jadi aku pikir 3 sudah cukup. Yang membuatku memang merasa sedikit... kecewa kali ya dengan Caraval ini. Dan itu pula yang membuatku akhirnya memutuskan tidak melanjutkan membaca buku kedua dan ketiga dari seri ini.
Oke itu tadi adalah review novel Caraval yang ditulis oleh Stepahnie Garber. Kalau kamu sudah baca novel ini bisa kasih tahu di kolom komentar di bawah ya opininya. Sampai segini dulu blognya dan kita akan ketemu lagi di review-review selanjutnya. Dadah!

Komentar
Posting Komentar