Adakah di sini yang suka mengkoleksi parfum? Wangi apa yang kalian suka? Pernahkah kalian membayangkan ada sebuah novel yang memiliki cerita tentang parfum, sehingga kita bisa membayangkan deskripsi sebuah wewangian?
Itulah yang akan kamu temukan di novel Aroma Karsa yang ditulis oleh Dee Lestari ini. Novel fantasi yang menggabungkan unsur petualangan dengan bumbu kisah mitos Jawa kuno, yang semakin membuat novel ini terasa megah dan magis. So, kalau kalian penasaran dengan reviewnya ikutin terus blognya ya!
Sementara di sisi lain ada Raras Prayagung, wanita karir sukses di bidang perfumery yang saat ini sudah dikenal secara regional. Raras sejak kecil tertarik dengan cerita neneknya yang mengisahkan sebuah misteri keberadaan bunga yang diduga kuat menjadi simbol pengikat aroma: Puspa Karsa.
Dua latar belakang yang berbeda, namun siapa sangka semesta mempertemukan keduanya dengan cara yang tidak diduga. Apa yang akan dilakukan Jati Wesi dan apakah Raras Prayagung berhasil menemukan Puspa Karsa, kamu baca sendiri di bukunya ya!
Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga yang akan berselang-seling menceritakan kehidupan Jati Wesi dan Raras Prayagung. Di bagian awal kita akan disuguhkan bagaimana awal mula Raras mulai mengenal Puspa Karsa, yang membawanya ke sebuah ambisi sejak dirinya kecil hingga dewasa. Lalu kita akan lanjut diperkenalkan dengan Jati Wesi, sosok yang dijuluki hidung tikus karena kemampuannya yang luar biasa. Gaya bercerita di novel ini tuh enak banget dan santai, meskipun Dee Lestari menggunakan diksi dan kiasan yang indah, itu tidak mengurangi kenikmatan membaca atau membuat kening berkerut di sini.
Alurnya sendiri bergerak maju dan berjalan dengan phase yang bisa dibilang standar. Penulis benar-benar memperkenalkan tokohnya satu per satu dan tidak dengan ketergesa-gesaan yang membuat pembaca seolah memiliki banyak waktu untuk melihat kondisi sekitar dari dua tokoh ini. Meskipun tadi aku sempat menyinggung bahwa bagian awal adalah perkenalan pembaca ke Raras dan Jati, tapi bisa kubilang novel ini banyak membahas kehidupan Jati karena kejadian yang dialami Jati di kesehariannya adalah bagaimana hal-hal besar yang menanti di depan yang akan menentukan jalan cerita ini.
Tokoh-tokoh selain Jati dan Raras ada Suma, anak dari Raras dan beberapa orang di sekitar tempat tinggal Jati seperti sebut saja ada Nurdin, pria tua yang menampung dirinya sedari kecil. Kemudian ada Khalil, seorang pemilik toko parfum tempat Jati bekerja. Dan Anung, pria demensia yang mulai menggila dikunyah waktu yang diduga memiliki hubungan dengan Jati. Tokoh-tokoh di sini memainkan perannya dengan sangat apik, termasuk Suma yang bisa kita lihat di awal pertemuannya dengan Jati seperti mengibarkan bendera permusuhan yang membuat pembaca merasa tegang sekaligus kesal.
Untuk hal yang aku suka dari novel ini yang pertama tentu dari penggunaan diksi dan kalimat yang mudah dicerna sehingga membaca novel ini terasa mengalir dan pengen terus-terusan baca. Kemudian mengenai kontraposisi dari tokoh, latar belakang, dan segalanya yang membuat cerita ini menemukan keunikannya tersendiri. Seperti si Jati yang terbiasa dengan wangi sampah, tapi siapa sangka ternyata dirinya adalah peracik parfum handal yang mampu membedakan top, middle, and base note dari semua parfum yang dia cium. Ngomongin parfum, yang juga menjadi main topic di cerita ini, aku juga suka dengan banyaknya istilah dan sedikit ilmu bagaimana parfum itu diproduksi, melalui proses QC, hingga tiba ke tangan konsumen yang memerlukan proses panjang. Dan nggak luput dari kisah petualangan dan perjalanan menemukan Puspa Karsa yang menjadi daya tarik tambahan dari novel ini.
Sementara untuk hal yang aku kurang suka, mungkin ini sekaligus memaparkan kekecewaanku terhadap beberapa scene di novel ini. Yang pertama adalah aku tidak merasakan intensi setelah setengah buku berjalan, sehingga menghabiskan sisa bukunya dengan masih narasi dan alur yang lambat itu membuatku mulai merasa bosan. Apalagi ekspedisi pencarian Puspa Karsa itu baru ada di seperempat menuju ending cerita yang bikin aku pembaca sudah kehabisan energi dulu. Selain itu dimasukkannya unsur klenik yang at somehow memang menarik, tapi jatohnya jadi mis atau melenceng dari topik utama novel ini. Dan mengenai endingnya yang menurut aku masih belum cukup memuaskan. Kabarnya sih Aroma Karsa ini bakal ada lanjutannya di 2026 ini cuma nggak tau juga, aku sepertinya sudah kehilangan minat untuk baca lanjutannya.
Dan karena pertimbangan-pertimbangan tersebut aku mau kasih Aroma Karsa ini 4 bintang. Sedikit turun karena aku pas di bagian-bagian awal mau memberikan 5 bintang, tapi karena beberapa kekurangan tadi akhirnya aku turunkan penilaiannya.
Oke itu tadi adalah review Aroma Karsa yang ditulis oleh Dee Lestari. Buat kamu yang sudah baca coba tulis opininya di kolom komentar di bawah ya. Segini dulu blog kali ini dan kita akan ketemu lagi di review-review selanjutnya. Dadah!

Komentar
Posting Komentar