Langsung ke konten utama

Review Buku Seni Hidup Minimalis, Cocok Untuk Yang Baru Kenalan Dengan Dunia Minimalisme

Halo semuanya! Jadi di blog kali ini aku kembali mereview sebuah buku tapi kalau biasanya aku ngereview buku fiksi kali ini aku mau mereview buku nonfiksi yang bertema minimalisme yaitu Seni Hidup Minimalis atau judul aslinya yaitu The Joy of Less yang ditulis oleh Francine Jay. Jadi tanpa berlama-lama lagi langsung saja kita mulai.


Buku ini adalah buku tentang minimalis pertama yang kubaca, karena mengingat sebenarnya aku tuh belum pernah baca buku-buku tentang minimalisme sehingga aku akhirnya memutuskan untuk memilih buku ini sebagai bahan bacaanku. Buku ini terbagi menjadi 4 bagian yang mana nanti di setiap bagiannya itu akan dibagi-bagi lagi menjadi beberapa sub-bagian yang akan menunjang atau mendukung dari judul bagian itu sendiri.


Bagian pertama di sini yaitu berjudul Dasar Pemikiran, sesuai dengan nama bagiannya ya di sini kita akan semacam diperkenalkan dengan apa sih minimalisme itu? Kemudian di sini penulis akan menjelaskan dari berbagai sudut pandang serta menjelaskan secara objektif tanpa terkesan minimalisme adalah hal yang paling benar untuk dilakukan. Di sini aku suka banget karena penjelasan penulis bisa membukakan mata dan pikiranku terhadap apa itu dunia minimalisme.


Penulis menjelaskan di sini bahwa minimalisme bukan berarti kita hidup tanpa barang, membuang setiap barang atau hidup hampa dengan ditemani kekosongan belaka. Di sini penulis juga memberikan beberapa analogi yang menurutku cukup mind blowing dan masuk akal hingga aku cukup terpukau dengan penjelasan penulis seperti itu. Contohnya saja seperti barang dan ruang. Penulis menjelaskan bahwa apakah tujuan kita memiliki suatu barang bertujuan untuk menghargai barang atau menghargai ruang. Dijelaskan bahwa setiap kita menambah 1 barang di rumah kita, kita akan kehilangan bagian dari ruangan yang tersisa. Dan masih banyak lagi hal-hal unik dan menarik dari bagian yang pertama ini.


Sekarang kita masuk ke bagian kedua yang berjudul STREAMLINE. Pada awalnya aku juga menerka-nerka sebenarnya apa maksud streamline ini dan penulis ternyata semacam membuat tips atau patokan hidup minimalis dengan streamline ini. Ternyata streamline ini adalah singkatan dari berbagai macam tips yang dimasukkan di sini sehingga membentuk kata streamline. Banyak review orang yang pernah kulihat atau kutonton yang mengatakan memang bagian streamline ini adalah bagian yang paling unik dan menonjol dari buku ini, dan aku sangat setuju dengan hal itu.


Menurutku bagian streamline ini semacam menjadi ciri khas dari penulis dan bagaimana cara mengawali hidup minimalis ini. Penjelasan penulis pada setiap bagian huruf dari kata streamline ini juga cukup membukakanku akan konsep-konsep yang diterapkan oleh penulis itu sendiri. Tapi aku pribadi merasa bahwa beberapa hal di sini terkesan repetitif atau diulang-ulang tapi menurutku itu tidak menutupi kesukaanku terhadap buku ini.


Lanjut ke bagian ketiga yang berjudul Ruangan ke Ruangan. Di sini kita akan disuguhkan mengenai pengaplikasian metode streamline itu sendiri pada setiap ruangan yang ada di rumah kita. Di bagian ke tiga ini juga cukup membuatku mendapatkan semacam panduan atau arah gitu ya bagaimana cara kita mengelola barang-barang yang ada di setiap ruangan yang ada di rumah kita. Dan penulis di sini cukup menjelaskan banyak dan kita ambil contoh aja bahwa barang-barang yang dirasa tidak memberikan nilai baik nilai fungsional, sentimental, atau estetika kepada kita sebaiknya dilepaskan saja meskipun harganya mahal. Yang aku suka di sini penulis semacam jarang menggunakan kata buang karena terkesan barang tersebut tidak memiliki harga atau arti.


Kalau di bagian ketiga ini yang membahas ruangan aku suka ketika membahas ruang pakaian karena di sana cukup diberikan semacam tips styling gitu loh hahaha. Aku cukup enjoy ketika membaca part itu dan cukup relate apalagi ketika penulisnya berkata bahwa kita selalu merasa tidak tahu apa yang hendak dikenakan padahal kita memiliki banyak sekali setumpuk pakaian.


Sekarang adalah bagian terakhir atau bagian keempat dari buku ini yang berjudul Cara Hidup. Di sini penulis menjelaskan bahwa minimalisme itu sebenarnya bukan hanya untuk kita sendiri. Minimalisme juga secara tidak sadar membuat kita menjadi lebih menghargai lingkungan sekitar kita. Penulis mengambil analogi seperti memperbanyak pembelian barang produk lokal karena barang yang dikirim dari jarak jauh akan menghasilkan lebih banyak emulsi dan hasil limbah yang mengotori lingkungan.


Aku suka banget di part empat ini karena semacam disadarkan bahwa minimalisme itu bukanlah suatu gaya hidup yang dipaksakan dan apakah dampak minimalisme itu terhadap lingkungan sekitar kita. Ternyata minimalisme juga memperhatikan dari apa yang kita konsumsi juga sehingga membuat kita menjadi lebih bijak terhadap produsen yang akan kita gunakan ke depannya.


Nah aku sudah membahas mengenai buku ini sendiri dan di sini aku akan menjelaskan secuil mengenai metode yang kugunakan untuk menyimak buku ini yaitu menggunakan fitur audiobook. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku memakai audiobook sih dan aku masih berusaha untuk membiasakan diri mendengarkan audiobook di saat-saat kosong. Untuk naratornya sendiri aku suka karena suaranya calming, ritme nya tidak terburu-buru dan intonasinya jelas. Kalau kekurangan aku gak bisa terlalu men-judge karena membuat audiobook ini memperlukan banyak sekali usaha yang tidak gampang. Belibet saat bicara itu adalah hal lumrah dan aku juga sering pakai banget mengalami hal tersebut.


Ini adalah pembahasan terakhir alias rating dan karena aku cukup menikmati buku ini aku mau kasih 4 bintang buat buku ini. Rekomendasi dari aku buat kamu yang mungkin bingung mau baca buku bertemakan minimalisme.


Itu tadi adalah reviewku mengenai buku Seni Hidup Minimalis yang ditulis oleh Francine Jay. Terima kasih buat yang sudah baca sampai sini dan sampai ketemu di blog selanjutnya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Misteri Pembunuhan dengan Ending yang Kelewat Santai? Review Novel The Newcomer

Setelah membaca judul Malice yang ditulis oleh Keigo Higashino, aku melanjutkan untuk membaca judul lain dari seri detektif Kaga yang diterbitkan oleh Gramedia. Meskipun novel berseri, tapi ceritanya tidak saling bersambung. Makanya di blog kali ini aku bakalan membahas nih novel The Newcomer yang ditulis oleh Keigo Higashino, yang mana judul terjemahannya menjadi Pembunuhan di Nihonbashi. Tanpa berlama-lama lagi langsung saja kita mulai yuk ke reviewnya! Novel ini bercerita mengenai kasus pembunuhan yang menimpa seorang wanita berusia sekitar 45 tahun, yang ditemukan tewas di apartemennya di daerah Kodenma-cho. Detektif Kaga yang kita temui di novel Malice dikerahkan untuk kasus ini, yang mana posisinya baru saja dipindahtugaskan di Nihonbashi, dan dekektif Kaga-lah yang menangani kasus ini dengan beberapa seniornya. Tidak menyangka bahwa penyelidikan yang dilakukan oleh detektif Kaga sedikit banyak akan mengungkapkan rahasia-rahasia dari banyak tokoh yang secara tidak langsung berhub...

Baca Novel ini Bikin Merinding Sama Kelakuan Manusia! Review Novel Ve

Nggak kerasa 2024 sudah sampai di bulan Februari. Dan sedikit berbeda dengan kebanyakan orang yang mengawali atau menentukan tema bacaan di bulan ini dengan romance, aku memutuskan untuk membaca buku-buku dengan genre misteri-thriller. Salah satunya yang akan aku review di kesempatan kali ini, yaitu Ve karyanya Vinca Callista. For your information, buku ini adalah buku ke-2 dari Vinca Callista yang aku baca, dan kali ini aku akan mencoba review dengan sedikit comparison dengan buku lain yang pernah aku baca. So, tanpa berlama-lama lagi langsung saja kita mulai yuk ke reviewnya! Novel ini bercerita tentang seorang gadis bernama Vermillion yang lebih akrab dipanggil Ve. Suatu hari setelah ia pulang dari rumah temannya, ia mendapati kondisi apartemennya yang tidak seperti biasanya. Ayahnya mulai meracu mengatakan bahwa ibunya pergi, pergi bersama selingkuhannya menuju London. Ve dengan pikiran yang belum sepenuhnya bisa mencerna semua ini, mulai disadarkan kembali dengan ayahnya yang meng...

Mengenal 5 Rasul Ulul Azmi Lewat Buku ini! Review Graphic Novel Ulul Azmi

Buat kamu yang Muslim, pasti sudah nggak asing dengan sebutan Ulul Azmi ya, yaitu 5 rasul yang diberkati wahyu luar biasa oleh Allah swt. dalam penyebaran agama Islam di zaman-zaman kehidupan Nabi. Nah pas banget nih aku ada satu bacaan tentang Ulul Azmi tersebut yang akan aku bahas di kesempatan kali ini. Di blog kali ini aku mau membahas sebuah graphic novel dengan judul Ulul Azmi: Kisah 5 Nabi Pilihan yang ditulis oleh Yuyun. Penasaran seperti apa impresiku? Langsung saja kita mulai yuk ke reviewnya! Sesuai dengan judul dari graphic novel ini, di sini berisikan kisah 5 nabi yang mendapat gelar Ulul Azmi, yang terdiri dari: Nuh as, Ibrahim as, Musa as, Isa as, dan Muhammad saw. Mungkin kita pribadi sudah sering ya mendengar atau at least tahu bagaimana kisah dari nabi-nabi tersebut beserta wahyu-wahyu yang diberikan kepada mereka. Dan dengan adanya graphic novel ini semacam menjadi media lain untuk kita tahu cerita secara detailnya. Di sini berisikan 5 bab yang mana di masing-masing ...

Fantasi dengan Hierarki dan Power yang Antimainstream? Review Novel Renegades

Siapa di sini yang suka baca novel fantasi? Apalagi yang ada unsur pertarungan ala-ala semi dark fantasy itu? Kayaknya kamu bakalan suka sama novel Renegades karyanya Marissa Meyer yang satu ini. Ikutin terus reviewnya untuk tahu gimana impresiku sama novel ini ya! So tanpa berlama-lama lagi langsung saja kita mulai yuk ke reviewnya! Novel ini bercerita tentang gadis kecil bernama Nova yang hidup sederhana dengan kedua orang tuanya dan adiknya yang masih bayi di sebuah apartemen kecil dan sempit di suatu gang. Nah, Nova ini tuh hidup di era di mana telah terjadi revolusi yang berawal dari Era Anarchy sampai masa kejayaannya dan yang perlahan mulai runtuh sejak adanya golongan baru yang bernama Renegades, dan Renegades ini digadang-gadang sebagai penyelamat atau penolong top nomer satu di era revolusi tersebut. Namun nova menyaksikan sendiri bahwa apa yang dikatakan terkait Renegades hanyalah omong kosong semata sehingga dia mulai menaruh dendam pada Renegades dan ingin membalaskan dend...

Melihat Isu Diskriminasi Ras Dari Sudut Pandang Anak Kecil? Review Novel To Kill a Mockingbird

Aku sering banget ngelihat judul To Kill a Mockingbird yang ditulis oleh Harper Lee ini sebagai salah satu novel klasik yang katanya wajib dibaca minimal sekali seumur hidup. Sampai akhirnya aku berpikir emangnya isinya tentang apa sih kok sampai dapat label tersebut? Sampai akhirnya aku punya kesempatan untuk baca novel ini bulan ini dan akhirnya aku bisa membuktikan kenapa novel ini diberi label tersebut, bahkan menurutku layak untuk mendapatkan label minimal baca sekali seumur hidup. Jadi di sini aku bakal mereview novel ini serta menjabarkan bagaimana impresiku pada akhirnya dan berapa rating untuk buku ini. Kalau kalian penasaran langsung saja kita mulai yuk ke reviewnya! Novel ini bercerita tentang kehidupan seorang anak perempuan yang bernama Jean Louise. Dia hidup di era Amerika pada tahun sekitar 1950-an, di mana tahun-tahun itu masih getol-getolnya Amerika melakukan "perlakuan khusus" alias diskriminasi kepada ras-ras tertentu, khususnya ras orang kulit hitam. Jean ...

Novel Ini Mengubah Cara Pandangku Terhadap Dunia? Review Novel Dunia Sophie

Aku menyelesaikan satu buku yang supertebel yang pastinya kamu pernah lihat, entah itu di toko buku, perpustakaan, atau di timeline sosial media kamu. Buku yang digadang-gadang best seller di hampir semua negara dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa ini tentu saja menarik perhatianku, dong. Dan setelah kubaca aku harus mengakui bahwa novel ini memang layak untuk dibaca. Emangnya aku ngomongin novel apa sih? Jadi novel yang lagi kubahas yaitu Dunia Sophie yang ditulis oleh Jostein Gaarder. Sebuah novel yang menghadirkan tema & genre filsafat di dalamnya yang dikemas dalam cerita fiktif yang menarik. Penasaran gimana impresiku terhadap novel tebal yang satu ini? Yuk ikutin terus blog kali ini ya, karena bakal seru banget. Novel ini bercerita tentang gadis 14 tahun bernama Sophie Amundsend yang suatu hari sepulangnya dari sekolah, dia mendapatkan surat aneh tanpa nama pengirim yang menanyakan satu hal sederhana: "Siapa kamu?" Belum selesai sampai di sana, dia kemu...

Komik Action dengan Bumbu Time Travel? Review Komik Tokyo Revengers vol. 1

Di bulan ini aku membaca satu komik yang awalnya aku nggak berharap banyak, tapi setelah aku baca cukup menarik karena menghadirkan unsur action. Nggak hanya itu, di sela-sela adegan action tersebut ternyata juga ada hubungannya sama time travel loh! Wah, komik apaan tuh emangnya? Kali ini aku akan bahas komik Tokyo Revengers vol. 1 yang ditulis oleh Ken Wakui. Aku baca komik ini di Google Play Books, jadi kamu juga bisa dapatkan komik ini di sana ya! Oke tanpa berlama-lama lagi langsung saja yuk kita mulai ke reviewnya! Komik ini bercerita tentang seorang laki-laki bernama Takemichi yang melihat pada berita di suatu hari, tentang adanya sebuah pembunuhan oleh gangster yang cukup menakutkan di Jepang. Betapa terkejutnya Takemichi saat mengetahui bahwa mantan pacarnya, satu-satunya pacar yang ia punyai saat masih sekolah dulu, juga ikut menjadi korban pembunuhan tersebut. Takemichi yang mulai mengingat-ingat banyak kejadian dengan Hinata, pacar lamanya itu, mulai kehilangan "arah...

Satu Buku Dengan Tema Kompleks Dengan Ending yang Heart-Warming, Review Novel Illuminae

Buat kamu yang mungkin sudah berkecimpung di dunia perbukuan sebelumnya, pasti tahu salah satu seri fantasi yang cukup hype satu ini, yang bakalan aku bahas di kesempatan kali ini, yaitu Illuminae karyanya Amie Kaufman & Jay Kristoff. Aku beruntung banget bisa dapetin buku ini secara preloved dengan harga murah, di tengah buku ini sudah mulai langka-langkanya. Dan ternyata setelah membaca novel ini aku merasa kalau memang novelnya cukup worth the hype. Pensaran gimana impresiku selanjutnya mengenai novel ini, langsung saja yuk kita mulai ke reviewnya! Novel ini bercerita tentang seorang gadis bernama Kady dan juga pacarnya Ezra, yang pada suatu pagi memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka. Mereka pun awalnya saling tak percaya dan harus melepaskan hubungan mereka dengan berat. Namun tak lama setelah mereka memutuskan hubungan itulah, sepasukan pesawat tempur datang dan menginvansi planet tempat mereka tinggal. Kekacauan di mana-mana dan mereka pun saling membantu menyelamatkan ...

Banyak Pelajaran Hidup yang Berkaitan Dengan Matematika? Review Buku Tuhan Pasti Ahli Matematika

Adakah di sini yang suka dengan pelajaran matematika? Atau justru sudah malas duluan denger kata matematika? Dan beranggapan bahwa "pelajaran matematika itu nggak digunain di kehidupan sehari-hari!" Mungkin buku ini akan sedikit banyak merubah pola pikir kamu tentang matematika itu sendiri. Salah satu buku nonfiksi wishlist aku yaitu Tuhan Pasti Ahli Matematika karyanya Hadi Susanto ini, sudah dari lama menarik perhatianku karena judulnya yang menggelitik. Dan karena akhirnya punya kesempatan untuk baca, aku mau sharing ke kamu di blog ini mengenai impresiku. Ikutin terus ya! Buku ini nggak semerta-merta bakalan kasih kamu latihan soal matematika yang harus kamu kerjakan saat itu juga dan menyimak pembahasan soalnya. Jauh banget dari itu ya, hahaha. Buku ini bakalan sedikit banyak mengulik mengenai filosofi kehidupan dicampur dengan pengalaman penulis yang menggemari matematika, bahkan sampai menjadi dosen matematika di kampus ternama di luar negeri loh! Lewat buku ini kita a...

Retelling dari Alice's Adventure in Wonderland dari POV Ratu Hati? Review Novel Queen of the Hearts

Siapa di sini yang pernah baca atau nonton Alice's Adventure in Wonderland? Aku personally suka banget sama filmnya, dan ketika membaca ini tanpa aku sadari bahwa ini adalah novel retelling dari AAW yang membuatku bernostalgia dan kebetulan aku suka banget! Novel yang mau aku bahas yaitu Queen of the Hearts yang ditulis oleh Colleen Oakes. Dan setelah aku cari tahu novel ini tuh ternyata judul pertama dari seri Queen of Hearts Saga. Aku sendiri meminjam buku ini dari perpustakaan kampus secara random dan ternyata bagus! Jadi daripada kelamaan yapping, langsung kita mulai ke reviewnya saja yuk! Novel ini bercerita tentang Dinah sebagai putri sulung dari Raja Hati, raja yang memimpin di Wonderland saat ini hidup dengan penuh kekerasan. Sifat ayahnya yang keras itu pun tidak pernah lepas sehari dari dirinya sehingga hal itulah yang membuat Dinah jadi bosan dengan kehidupan kerajaan yang itu-itu saja. Ditambah ibunya yang sudah meninggal dari dia berumur 10 tahun juga membuat dirinya h...